Di Hutan yang lebat di pegunungan nan tinggi di suatu tempat, Sang Singa sebagai raja hutan sedang kelaparan sehingga akan mengejar setiap hewan yang ditemui untuk dimangsa. Seluruh hewan yang ada menjadi resah dan selalu siaga jika suatu waktu bertemu dengan Singa yang kelaparan. Burung-burung melatih kecepatan terbangnya agar tidak tertangkap oleh singa, demikian pula Kijang berlatih berlari secepat mungkin agar dapat meningkatkan kecepatan larinya. Sedangkan monyet berlatih berayun di antara pepohonan yang ada.
Di tengah kesibukan melatih kemampuan masing-masing, terlihat kura-kura kecil yang berjalan sangat lambat. Ia bingung bagaimana bisa ia berlatih seperti hewan lainnya. Akhirnya ia bertanya pada monyet yang ada di dekatnya," Hai monyet, bagaimana caranya aku dapat selamat dari serangan Singa yang ganas sedangkan jalanku sangat lambat?" Monyet pun berkata,"Cobalah berlatih seperti seperti Kijang sehingga nantinya larimu bisa cepat" Kura-kura pun menuruti perkataan dari monyet, ia mengikuti latihan dari Kijang untuk mempercepat jalannya. Kijang yang mengetahui adanya kura-kura sebagai teman latihannya selalu mengejek dan menganggap dirinya telah hebat karena tidak dapat dikalahkan oleh kura-kura. Kijang akhirnya berhenti berlatih karena menganggap sebelum Singa dapat menangkap dirinya tentu akan mengejar kura-kura yang lebih lambat dari dirinya.
Kura-kura terus berlatih, namun hasil yang didapat tidak maksimal sehingga lari kura-kura tetap lambat jauh dibawah lari Kijang. Kura-kura putus asa, ia menganggap apa yang dikerjakannya sia-sia. Di tengah keputusasaannya, tiba-tiba hutan menjadi mencekam, hewan berlarian seolah ada malaikat maut yang mengejarnya. Kura-kura tahu bahwa ajalnya sudah dekat karena Singa yang sedang lapar telah berjalan mendekatinya. Kura-kura berusaha berlari sekuat tenaga, namun apa daya dengan mudah Singa dapat menangkapnya.
Dengan reflek kura-kura memasukan tubuhnya dalam tempurungnya. Singa bingung karena tidak bisa menemukan tubuh kura-kura untuk disantap. Setelah puas mempermainkan tempurung kura-kura, Singa pergi meninggalkan kura-kura dan mengejar hewan lainnya.
Dari hewan-hewan yang berlarian, ternyata kijang tercecer di urutan paling belakang sehingga dengan sigap ditangkap oleh Singa. Sebenarnya kijang dapat berlari dengan kencang namun karena selama beberapa waktu tidak melakukan persiapan maka akhirnya dapat tertangkap oleh Singa dan dimangsa oleh Singa tersebut.
Penghuni hutan mengelu-elukan kura-kura yang berhasil lolos dari sergapan Singa tanpa harus berlari kencang seperti hewan lainnya. Dalam hati kura-kura bersyukur dibalik kelemahannya lambat dalam bergerak, namun memiliki kelebihan khusus yang tidak dimiliki hewan lainnya.
Insight dari cerita ini :
1. Setiap mahluk memiliki kelebihan dan kelemahan demikian juga dengan
manusia.
( Kijang dengan kelebihan kecepatan larinya namun kelemahan tidak memiliki alat pertahanan
diri seperti gigi, cakar atau pun bisa, kura-kura memiliki kelebihan dapat bersembunyi di balik
tempurung nya yang sangat keras namun memiliki kelemahan sangat lambat dalam bergerak)
Setiap manusia memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Terlalu banyak manusia
yang melihat hanya pada kelemahan diri sendiri dan melihat kelebihan dari orang lain
sehingga merasa dirinya lemah dibandingkan dengan orang lain.
2. Eksplorasi kembali kelebihan yang dimiliki untuk menutupi kelemahan yang
ada
( Kijang seharusnya terus berlatih berlari yang kencang agar tidak tertangkap oleh Singa )
3. Selalu melatih kelebihan yang dimiliki dan jangan membandingkan dengan
kemampuan orang lain yang tidak setara
( kijang yang membandingkan kecepatan larinya dengan kura-kura )
4. Jangan berlatih dengan cara yang sama dengan orang lain manfaatkan
kelebihan masing- masing.
( Kura-kura tidak akan dapat berlari seperti Kijang, sekeras apapun latihannya )
Semoga Bermanfaat
Di tengah kesibukan melatih kemampuan masing-masing, terlihat kura-kura kecil yang berjalan sangat lambat. Ia bingung bagaimana bisa ia berlatih seperti hewan lainnya. Akhirnya ia bertanya pada monyet yang ada di dekatnya," Hai monyet, bagaimana caranya aku dapat selamat dari serangan Singa yang ganas sedangkan jalanku sangat lambat?" Monyet pun berkata,"Cobalah berlatih seperti seperti Kijang sehingga nantinya larimu bisa cepat" Kura-kura pun menuruti perkataan dari monyet, ia mengikuti latihan dari Kijang untuk mempercepat jalannya. Kijang yang mengetahui adanya kura-kura sebagai teman latihannya selalu mengejek dan menganggap dirinya telah hebat karena tidak dapat dikalahkan oleh kura-kura. Kijang akhirnya berhenti berlatih karena menganggap sebelum Singa dapat menangkap dirinya tentu akan mengejar kura-kura yang lebih lambat dari dirinya.
Kura-kura terus berlatih, namun hasil yang didapat tidak maksimal sehingga lari kura-kura tetap lambat jauh dibawah lari Kijang. Kura-kura putus asa, ia menganggap apa yang dikerjakannya sia-sia. Di tengah keputusasaannya, tiba-tiba hutan menjadi mencekam, hewan berlarian seolah ada malaikat maut yang mengejarnya. Kura-kura tahu bahwa ajalnya sudah dekat karena Singa yang sedang lapar telah berjalan mendekatinya. Kura-kura berusaha berlari sekuat tenaga, namun apa daya dengan mudah Singa dapat menangkapnya.
Dengan reflek kura-kura memasukan tubuhnya dalam tempurungnya. Singa bingung karena tidak bisa menemukan tubuh kura-kura untuk disantap. Setelah puas mempermainkan tempurung kura-kura, Singa pergi meninggalkan kura-kura dan mengejar hewan lainnya.
Dari hewan-hewan yang berlarian, ternyata kijang tercecer di urutan paling belakang sehingga dengan sigap ditangkap oleh Singa. Sebenarnya kijang dapat berlari dengan kencang namun karena selama beberapa waktu tidak melakukan persiapan maka akhirnya dapat tertangkap oleh Singa dan dimangsa oleh Singa tersebut.
Penghuni hutan mengelu-elukan kura-kura yang berhasil lolos dari sergapan Singa tanpa harus berlari kencang seperti hewan lainnya. Dalam hati kura-kura bersyukur dibalik kelemahannya lambat dalam bergerak, namun memiliki kelebihan khusus yang tidak dimiliki hewan lainnya.
Insight dari cerita ini :
1. Setiap mahluk memiliki kelebihan dan kelemahan demikian juga dengan
manusia.
( Kijang dengan kelebihan kecepatan larinya namun kelemahan tidak memiliki alat pertahanan
diri seperti gigi, cakar atau pun bisa, kura-kura memiliki kelebihan dapat bersembunyi di balik
tempurung nya yang sangat keras namun memiliki kelemahan sangat lambat dalam bergerak)
Setiap manusia memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Terlalu banyak manusia
yang melihat hanya pada kelemahan diri sendiri dan melihat kelebihan dari orang lain
sehingga merasa dirinya lemah dibandingkan dengan orang lain.
2. Eksplorasi kembali kelebihan yang dimiliki untuk menutupi kelemahan yang
ada
( Kijang seharusnya terus berlatih berlari yang kencang agar tidak tertangkap oleh Singa )
3. Selalu melatih kelebihan yang dimiliki dan jangan membandingkan dengan
kemampuan orang lain yang tidak setara
( kijang yang membandingkan kecepatan larinya dengan kura-kura )
4. Jangan berlatih dengan cara yang sama dengan orang lain manfaatkan
kelebihan masing- masing.
( Kura-kura tidak akan dapat berlari seperti Kijang, sekeras apapun latihannya )
Semoga Bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar