Di suatu kerajaan, Sang Raja hendak menikahkan puteri kesayangannya dengan pangeran yang ada di negeri tersebut. Namun karena sangat banyaknya pangeran yang melamar sang puteri, maka diadakan sayembara. Barang siapa yang bisa berenang di kolam yang penuh buaya, maka aka dinikahkan dengan sang puteri dan sekaligus menjadi Raja di kerajaan tersebut.
Meskipun banyak pangeran dengan kesaktian yang beraneka ragam namun melihat tantangan yang ada mereka berpikir ulang untuk berenang di kolam yang penuh buaya. Ditunggu sampai beberapa jam, tidak ada satu pun pangeran yang mencoba menyeberangi kolam tersebut.
Tiba-tiba terdapat kegaduhan, seorang pangeran nampak dengan susah payah berenang melintasi kolam dengan dikejar buaya yang sangat banyak. Dengan kemampuan yang dimiliki, pangeran itu berusa untuk mempertahankan hidupnya berenang secepat mungkin ke ujung kolam.
Akhirnya pangeran tersebut sampai di ujung kolam, dengan tubuh bersimbah darah akibat gigitan buaya. namun ia selamat sampai ujung kolam.
Dengan takjub, sang raja memeluk pangeran tersebut. Raja berkata " Selamat wahai pangeran yang pemberani, Engkau bisa menyeberangi kolam dengan selamat. Ilmu apakah yang engkau miliki untuk dapat memiliki keberanian dan sampai ke ujung kolam?"
Pangeran itu dengan terengah-engah berkata " Terima Kasih Raja Yang Mulia, tapi saya hendak bertanya satu hal?"
Raja menjawab" apakah yang akan engkau tanyakan ?"
Pangeran berkata" Siapa yang tadi mendorong saya sehingga saya tercebur ke Kolam?, sesungguhnya saya tidak memiliki ilmu apapun hanya ingin menyelamatkan diri karena ada seseorang yang menceburkan saya!!!"
Insight dari cerita ini :
1. Kadangkala kita ragu dengan kemampuan yang kita miliki sehingga memilih menyerah
sebelum melakukan tantangan yang menurut kita mustahil
Mengutip dari kata-kata Bapak Andre Wongso " Kegagalan sebagian besar diakibatkan
karena menyerah sebelum melakukannya"
Jadi cobalah terlebih dahulu suatu tantangan sebelum akhirnya menyerah karena kita tidak
akan tahu kemampuan kita sebelum menjalani terlebih dahulu.
2. Kemampuan akan menjadi optimal jika terdapat situasi yang memaksa kita untuk
mengeluarkan seluruh daya upaya agar bisa survive menghadapi masalah
Kita berada pada zona nyaman ( comfort zone ) yang menyebabkan diri kita tidak bisa
mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimiliki karena selalu ada pilihan untuk lari dari
masalah yang dihadapi.
Semoga Bermanfaat ..............
Meskipun banyak pangeran dengan kesaktian yang beraneka ragam namun melihat tantangan yang ada mereka berpikir ulang untuk berenang di kolam yang penuh buaya. Ditunggu sampai beberapa jam, tidak ada satu pun pangeran yang mencoba menyeberangi kolam tersebut.
Tiba-tiba terdapat kegaduhan, seorang pangeran nampak dengan susah payah berenang melintasi kolam dengan dikejar buaya yang sangat banyak. Dengan kemampuan yang dimiliki, pangeran itu berusa untuk mempertahankan hidupnya berenang secepat mungkin ke ujung kolam.
Akhirnya pangeran tersebut sampai di ujung kolam, dengan tubuh bersimbah darah akibat gigitan buaya. namun ia selamat sampai ujung kolam.
Dengan takjub, sang raja memeluk pangeran tersebut. Raja berkata " Selamat wahai pangeran yang pemberani, Engkau bisa menyeberangi kolam dengan selamat. Ilmu apakah yang engkau miliki untuk dapat memiliki keberanian dan sampai ke ujung kolam?"
Pangeran itu dengan terengah-engah berkata " Terima Kasih Raja Yang Mulia, tapi saya hendak bertanya satu hal?"
Raja menjawab" apakah yang akan engkau tanyakan ?"
Pangeran berkata" Siapa yang tadi mendorong saya sehingga saya tercebur ke Kolam?, sesungguhnya saya tidak memiliki ilmu apapun hanya ingin menyelamatkan diri karena ada seseorang yang menceburkan saya!!!"
Insight dari cerita ini :
1. Kadangkala kita ragu dengan kemampuan yang kita miliki sehingga memilih menyerah
sebelum melakukan tantangan yang menurut kita mustahil
Mengutip dari kata-kata Bapak Andre Wongso " Kegagalan sebagian besar diakibatkan
karena menyerah sebelum melakukannya"
Jadi cobalah terlebih dahulu suatu tantangan sebelum akhirnya menyerah karena kita tidak
akan tahu kemampuan kita sebelum menjalani terlebih dahulu.
2. Kemampuan akan menjadi optimal jika terdapat situasi yang memaksa kita untuk
mengeluarkan seluruh daya upaya agar bisa survive menghadapi masalah
Kita berada pada zona nyaman ( comfort zone ) yang menyebabkan diri kita tidak bisa
mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimiliki karena selalu ada pilihan untuk lari dari
masalah yang dihadapi.
Semoga Bermanfaat ..............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar